Sabtu, 19 November 2011

Hari Kelima, Cessna 172 belum ditemukan.


Minggu ini, genap 5 hari pesawat Cessna 172 milik PT Nusa Flying School menghilang. Tim Search and Rescue (SAR) masih terus berupaya menemukan pesawat yang ditumpangi oleh tiga awak itu. Namun, tampaknya pencarian belum juga menemukan titik terang.

Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas), Marsekal Pertama Daryatmo, menjelaskan bahwa Tim SAR bergerak berdasarkan sinyal yang ada. “Kemarin ada sinyal di Gunung Burangrang. Tapi ketika koordinat dicegat, tidak ada pesawat. Anehnya, ada tempat lain yang juga menggunakan sinyal itu,” kata Daryatmo di Posko Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu 20 November 2011.

Gunung Burangrang terletak di Purwakarta, kawasan utara Bandung. Gunung Burangrang dipisahkan oleh sebuah lembah besar dengan Gunung Tangkubanparahu. Burangrang adalah gunung api tua yang memiliki lembah-lembah dengan lereng curam.

Pesawat Cessna 172 yang menghilang Rabu, 16 November 2011 kemarin, berangkat dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, menuju Cirebon. Pesawat itu diawaki oleh 3 orang, yakni instruktur pilot Partogi Sianipar (25 tahun), beserta siswa penerbangan M. Fikriansyah (19 tahun) dan Agung Febrian (30 tahun). Kabar ketiganya pun sampai saat ini belum berhasil diketahui, bersama dengan menghilangnya pesawat yang mereka awaki.

Daryatmo menyatakan, sinyal yang terlacak di Burangrang memang belum tentu berasal dari pesawat Cessna 172 yang mereka cari. “Bisa jadi ada frekuensi serupa, tapi berasal dari sumber lain, tak mesti pesawat. Inilah kesulitan kami,” papar Daryatmo. Apapun, kata dia, SAR tetap mengerahkan tim udara dan tim darat untuk terus melakukan pencarian.

“Hari ini, kami fokus ke Gunung Burangrang dan Gunung Tampomas, dekat Sumedang. Karena jika berdasarkan hitung-hitungan waktu, bisa jadi pesawat saat itu melintas di Sumedang,” terang Daryatmo. “Jadi, tim udara kami kerahkan menuju Tampomas, sedangkan tim darat masih di Burangrang,” ujarnya.

Namun tenaga tim darat saat ini akan digantikan oleh Batalion 312 Subang. “Karena pencarian masih akan terus dilakukan sekian hari lagi. Pokoknya kami terus bergiat selama 7 hari,” tegas Daryatmo. Sesuai aturan, pencarian terhadap pesawat yang hilang dilakukan selama 7 hari atau genap seminggu setelah pesawat dinyatakan hilang kontak

Kamis, 03 November 2011

Aksi para Fans kenang Simoncelli

Berbagai cara dilakukan para fans pembalap motor GP asal Italia, Marco Simoncelli, di seluruh dunia, untuk tetap bisa mengabadikan serta mengenang kehebatan Super-Sic, julukan Simoncelli.

Seperti yang dilakukan oleh seniman mural bernama Michael Enko Costa, yang membuat gambar grafiti sepanjang 11 meter pada salah satu sudut jalan di kota Coriano, tempat kelahiran Simoncelli.

Di tembok itu, terlihat wajah Simoncelli dengan rambut ikalnya dan baju balap yang digunakannya. Grafiti tersebut semakin lengkap, dengan adanya nomor sepeda motor Simoncelli (58) serta terpapang tulisan Super-Sic.


Aksi lainnya juga dilakukan, pembalap F1 asal Italia, Jarno Trulli, pada ajang F1 2011 India, kemarin. Ia secara khusus membuat helm khusus yang tertulis goodbye Marco.

Bahkan, ayah almarhum pembalap Marco Simoncelli, Paolo, meminta para pembalap dari segala kelas untuk meraungkan mesin motor mereka saat ajang GP Valencia, Minggu 6 November 2011.

"Minggu depan ketika GP Valencia digelar, daripada mengheningkan cipta selama semenit untuk menghormati Marco, saya lebih suka semenit penuh kegaduhan dari seluruh motor di MotoGP, Moto2, dan 125 cc. Semua meraung bersamaan," kata Paolo seperti dilansir Gazzetta Dello Sport

Berikut video kenangan Marco Simoncelli dalam sebuah grafiti silakan klik di sini